Style Sampler

Layout Style

Patterns for Boxed Mode

Backgrounds for Boxed Mode

Pameran Seni Rupa “Bhinneka Tunggal Ika”

Pameran Seni Rupa “Bhinneka Tunggal Ika”

Sleman, JOGJA TV|  Sebagai negara kepulauan Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama dan budaya. Untuk menyatukan berbagai keragaman yang ada tersebut Indonesia memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna walaupun berbeda suku, ras, agama dan budaya tetapi  tetap satu juga. Namun akhir-akhir ini sering terjadi polemik yang menyangkut SARA sehingga  memicu perpecahan bangsa. Untuk menyatukan perbedaan dan kembali kepada Bhinneka Tunggal Ika para seniman memiliki cara khusus yaitu melalui pameran seni rupa bertajuk Bhinneka Tunggal Ika. Pameran  digelar oleh Sanggar Sejati dan mengambil lokasi di  Galeri  Omah Petruk, Hargobinangun, Pakem, Sleman.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000043702

Karya-karya yang ditampilkan oleh para perupa dalam pameran Bhinneka Tunggal Ika  terdiri dari berbagai aliran seni lukis, seperti abstrak, ekspresif, realis, naturalis dan sebagainya. Melalui karya tersebut para perupa ingin menyampaikan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan budaya. Keberagaman yang ada di Indonesia seharusnya dimaknai sebagai kekayaan bukan sebagai penghalang. Untuk itu, para seniman ingin menyatukan bangsa Indonesia di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika. Banyak seniman yang terlibat dalam penyelenggaraan pameran tersebut. Mereka menciptakan karya lukis dengan tema pesan moral di dalamnya.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000050442

Seniman muda Yogyakarta, Bagaskara menciptakan karya berjudul “Harmoni Negeriku”. Lewat karyanya tersebut Bagaskara ingin menggambarkan keberagaman agama dan budaya yang ada di Indonesia. Karena ukuran kanvas yang  kecil maka tidak semua keberagaman yang ada di Indonesia dapat ia masukkan di kanvas. Bagaskara akhirnya memilih Bali dan agama Hindu sebagai representasi dari keberagaman yang ada di Indonesia. Dalam karyanya tersebut ia sengaja memilih warna monokrom yang menggambarkan bahwa sejak dulu keberagaman sudah ada di Indonesia dan harapannya sampai kapan pun bangsa Indonesia dapat bersatu dalam naungan Bhinneka Tunggal Ika.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000198953

Harman Art menampilkan lukisan berjudul “Indonesia Raya”. Tema ini ia ambil dengan harapan untuk mempertahankan Indonesia dengan menjunjung Bhinneka Tunggal Ika. Dalam karyanya itu Harman memasukkan unsur-unsur budaya yang ada di Indonesia, seperti budaya Bali, Batak, Betawi, Jawa dan Papua. Unsur budaya yang ditampilkan  mewakili segala keberagaman yang ada di Indonesia.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000305165

Tales Suparman menampilkan lukisan yang terinspirasi dari cerita pewayangan dengan tokoh Sumantri dan Sukrosono. Sumantri dan Sukrosono adalah kakak beradik yang berbeda wajah dan karakter. Sumantri berwajah tampan namun hatinya kurang bersih sedangkan Sukrosono berwajah jelek tetapi hatinya mulia. Sebagai adik, Sukrosono selalu menurut pada kakaknya. Suatu ketika Sukrosono pernah ditakut-takuti dengan panah oleh Sumantri hingga akhirnya panah tersebut benar-benar  terhujam ke tubuh Sukrosono dan akhirnya dia meninggal. Sukrosono tetap sayang kepada kakaknya dan menunggunya di pintu surga. Melalui karya ini Tales Suparman ingin menyampaikan bahwa persaudaraan atau persahabatan harus tetap dijaga. “Jadi ini lambang persaudaraan atau persahabatan yang kuat,” kata Tales Suparman.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000418414

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000458040

Guridwan Budi menampilkan karya berjudul “Penjaga Nusantara”. Karya ini terinspirasi dari kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sudah tercerai berai. Banyak terjadi perpecahan antar suku dan agama. Ia menangkap apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini dan mengekspresikannya dalam bentuk lukisan berjudul Penjaga Nusantara. Oleh Guridwan Indonesia digambarkan berada pada jurang kesengsaraan dan kehancuran sehingga perlu ada yang menjaga.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000596320

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000577536

Seniman Dody Haryanto membuat karya yang menggambarkan keberagaman suku dan kepercayaan di Indonesia. Keberagaman itu ia simbolkan lewat goresan warna. Setiap warna merepresentasikan suku yang ada di Indonesia. “Setiap suku mempunyai karakter tersendiri”, kata Dody Haryanto.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #2.mp4_000039960

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #2.mp4_000048923

Agus Tomin membuat karya bertema Pembauran atau akulturasi. Dalam menyampaikan pesan pembauran ini Agus Tomin menggambarkan sebuah vihara di daerah Ungaran dengan gaya yang berbeda. Ia menampilkan vihara dengan warna yang lebih colourfull. Hal ini ia anggap sebagai wujud keberagaman yang ada di Indonesia.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #2.mp4_000126265

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #2.mp4_000129652

Pameran Seni Rupa bertajuk Bhinneka Tunggal Ika juga diisi dengan kegiatan sketsa bersama yang digelar di halaman Omah Petruk. Seorang wanita cantik dengan balutan busana jawa tampil sebagai model sketsa. Para seniman yang terlibat dalam sketsa bersama tersebut dibebaskan untuk membuat sketsa. Ada yang terinspirasi membuat sketsa model  dan ada pula yang tertarik menyeket suasana tempat di Omah Petruk.

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #2.mp4_000295572

 

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #2.mp4_000313849

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #2.mp4_000318023

KONTEMPORER 22 JAN 2018 #1.mp4_000079016

 

Pameran seni rupa yang dihelat oleh Sanggar Sejati mengajak para penikmat seni untuk tidak hanya sekedar menonton karya seni tetapi juga mengajak mereka untuk melihat proses berkreatifitas dalam menghasilkan sebuah karya seni. Bagi para seniman seni dijadikan sebagai media halus untuk menyatukan bangsa Indonesia yang beragam. Di akhir acara Koordinator Pameran, Priyanto Ari Sasmoyo mengajak seluruh rakyat Indonesia agar menjaga kebhinekaan supaya Indonesia tetap aman, damai, makmur dan sentosa. (Rum) Sumber: Kontemporer, senin 22/01/18).

Tags

Category

Share this with friends

Comments are closed.

Baca Juga:close