Style Sampler

Layout Style

Patterns for Boxed Mode

Backgrounds for Boxed Mode

Pura Pakualaman Gelar Upacara Adat Ganti Dwaja

Pura Pakualaman Gelar Upacara Adat Ganti Dwaja

Yogyakarta, JOGJA TV|  Setiap 35 hari sekali Kadipaten  Pakualaman mengadakan upacara adat ganti dwaja atau pergantian bergada jaga atau prajurit penjaga Pura Pakualaman. Upacara ganti dwaja dilaksanakan pada sabtu kliwon yang merupakan hari kelahiran Sri Pakualam ke-10. Pelaksanaan pergantian bergada jaga diramaikan dengan atraksi seni budaya yang menampilkan grup-grup kesenian yang ada di masyarakat. Kegiatan budaya ini merupakan hasil kerjasama antara pihak Pura Pakualaman dengan Dinas Pariwisata DIY.

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #1.mp4_000282469

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #1.mp4_000342839

Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Rus Sutikno, SH, MM mengatakan setiap hari sabtu kliwon yang bertepatan dengan hari kelahiran Sri Paku Alam ke-10 dilakukan upacara pergantian bergada jaga di Pura Pakualaman. Kegiatan ini juga diramaikan dengan atraksi budaya dan aneka  kuliner yang dapat menambah daya tarik wisata.

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #1.mp4_000068627

Upacara ganti dwaja merupakan pergantian masa kerja 35 hari dari bergada lombok abang dan bergada plangkir. Kadipaten Pakualaman memang hanya memiliki dua bergada yaitu bergada lombok abang dan bregada plangkir. Bergada lombok abang mengenakan seragam warna merah dan dilengkapi senjata tombak. Bergada ini merupakan pengawal kehormatan raja.

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #1.mp4_000163242

Bergada plangkir mengenakan seragam warna hitam dan dilengkapi dengan senjata api seperti prajurit Kerajaan Inggris. Bergada Plangkir bertugas menjaga keamanan kerajaan.

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #1.mp4_000145160

Kadipaten Pakualaman merupakan kerajaan kecil yang tidak pernah berperang karena selalu mengutamakan jalan diplomasi. Oleh karena itu, Kadipaten Pakualaman hanya memiliki dua bergada.

Prosesi pergantian bergada jaga dimulai dengan kirab dua bergada mengelilingi lingkungan Pura Pakualaman dan masuk menuju istana Pakualaman. Bergada lombok abang dan bergada plangkir berbaris rapi selama pelaksanaan upacara tersebut.

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #1.mp4_000229490

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #2.mp4_000004554

Upacara adat ganti dwaja ini dilaksanakan sesuai amanat keistimewaan Yogyakarta. Untuk itu Kadipaten Pakualaman senantiasa melestarikan upacara adat tersebut. Untuk menarik wisatawan maka pelaksanaan upacara tersebut dikemas secara menarik yaitu dengan didukung atraksi budaya seperti seni reog  dan angguk. Pada kesempatan itu grup kesenian reog yang tampil adalah Manggala Mudha dari Kecamatan Sabdodadi, Bantul.

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #2.mp4_000143856

Uniknya, pertunjukan seni budaya yang ditampilkan tersebut justru yang belum populer di masyarakat. Harapannya setelah tampil pada event tersebut maka akan dikenal oleh masyarakat. “Di sini lain dari yang lain karena di sini yang kita tampilkan itu belum populer. Kalau  misalnya angguk yang sudah ngetop tidak digelar di sini. Justru ini yang masih pemula sehingga diharapkan masyarakat akan mengenalnya,” kata Rus Sutikno.

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #2.mp4_000086369

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #2.mp4_000214007

Tak hanya atraksi kesenian yang meramaikan upacara ganti dwaja namun aneka kuliner hasil olahan masyarakat juga turut serta dihadirkan dalam event tersebut. Salah satunya adalah hadirnya pasar tiban dari Desa Kebonharjo, Samigaluh, Kulonprogo. Aneka kuliner yang dijajakan warga tersebut  laris manis terjual karena banyaknya pengunjung yang menghadiri acara tersebut.

ADILUHUNG 24 JULI 2018 #2.mp4_000056736

Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Rus Sutikno mengharapkan para pedagang yang menggelar dagangan dalam event itu tidak hanya dari Kulonprogo saja tetapi juga dari kabupaten lain seperti Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. “Diharapkan ke depan semuanya dapat digelar di sini,” katanya.

Upacara adat ganti dwaja penting untuk terus dilestarikan. Selain sebagai wujud pelestarian budaya upacara ini juga dapat menambah destinasi wisata baru di Yogyakarta. (Rum) Sumber: Adiluhung, selasa 24/07/2018).

Tags

Category

Share this with friends

Comments are closed.