Style Sampler

Layout Style

Patterns for Boxed Mode

Backgrounds for Boxed Mode

IFC Angkat Batik Gedangsari Menjadi Karya Fashion Menarik

IFC Angkat Batik Gedangsari Menjadi Karya Fashion Menarik

Yogyakarta, JOGJA TV| Batik merupakan pusaka adiluhung yang tak pernah habis untuk dieksplor keindahannya. Karya seni adiluhung ini imampu bersanding dengan kemajuan jaman terutama di dunia fashion yang terus berkembang pesat. Batik pun kini menjadi inspirasi bagi  para fashion designer dalam menghasilkan karya busana elegan. Seperti halnya yang dilakukan oleh para perancang busana yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC Jogja). Mereka terdiri dari Afif Syakur, Wening Angga, Luffi Vadisa, Wiar Widuar, Dani Paraswati, Defika Hanum, Lia Mustafa, Sugiarta Jaka dan Amin Hendra Wijaya menampilkan karya fashion terbaik mereka dalam acara Fashion Show yang berlangsung di Bangsal Kepatihan Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Penampilan pertama dibuka dengan hadirnya busana atasan yang dipadu indah dengan kain batik. Di tangan Afif Syakur dan Wening Angga batik  karya perajin batik dari Gedangsari Gunungkidul ini terlihat elegan ketika dipadukan dengan kebaya modern.

segment #1.mpg_000101880

Tak hanya indah dipadukan dengan busana kebaya batik juga terlihat eksklusif tampil dalam bentuk busana muslim. Seperti karya Luffi Vadisa berikut ini.

segment #1.mpg_000249760

Batik karya perajin Gedangsari memiliki beberapa motif. Antaralain  motif pring sedapur dan motif gedangsari satu. Motif inilah yang digunakan oleh Dani Paraswati untuk menghasilkan karya fashion terbaik.

segment #2.mpg_000032520

segment #2.mpg_000116040

Selanjutnya motif batik jagading gedangsari ditampilkan dalam balutan busana batik karya Defika Hanum.

segment #2.mpg_000184280

Wiar Widuar mengolah batik motif citra arum gedangsari menjadi kerudung dan kain jarit manis. Tampilan busana muslim karya Wiar Widuar ini bisa dijadikan alternative dalam berbusana muslim.

segment #2.mpg_000352920

Sugiarta Jaka mengeksplor batik motif sekaring jagad jati yang dipadukan dengan kebaya. Karya designer ini makin menambah khazanah dalam dunia fashion.

segment #3.mpg_000044560

Tak ketinggalan pula balutan busana batik dengan warna- warna cerah karya Amin Hendra Wijaya. Untuk karyanya ini Amin menggunakan motif gedangsari dua.

segment #3.mpg_000041560

Sementara itu perancang busana Lia Mustafa memilih batik motif pring seling srikaya dan perpaduan motif pring sedapur dengan ratuning gedangsari. Di tangan Lia batik khas Gunungkidul ini diolah sedemikian rupa menjadi karya fashion menarik.

segment #3.mpg_000213720

Sentuhan tangan para fashion designer tak dipungkiri mampu mengangkat potensi budaya yang ada di Gunungkidul. Melalui tangan kreatif mereka Yogyakarta mampu mempertahankan predikat sebagai Kota batik kerajinan tangan dunia yang dikukuhkan oleh Dewan Kerajinan Dunia di Dongyang, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada tahun 2014.

 

Share this with friends

Comments are closed.

Baca Juga:close